Tuesday, 11 November 2014

Tugas akhir blok KBK 3, Alam Mufti Jendria Kelas B

Perkembangan Intelligence pada
Orang Dengan Gangguan Pendengaran
Latar Belakang
     Tema ini merupakan sebuah tema yang unik dan juga susah, tema ini diambil karena masih banyak orang yang menganggap bahwa anak dengan gangguan pendengaran tidak memiliki perkembangan yang baik, sebenarnya tidak, mereka berkembang sama seperti orang normal, hanya saja banyak yang tidak tahu cara untuk melakukan itu.

Perkembangan
Perkembangan dibagi menjadi dua tahapan, perkembangan fisik dan perkembangan kognitif. Perkembangan fisik adalah perubahan – perubahan pada  tubuh, otak, kapasitas sensorik dan keterampilan motoric (Papalia & Olds, 2001). Yang dimaksud disini adalah perkembangan fisik merupakan perkembangan yang dapat dilihat melalui kasat mata.
Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa. Piaget (dalam Papalia & Olds, 2001). Piaget memberi tahu bahwa perkembangan kognitif adalah sebuah perkembangan yang dilihat dari tingkah laku seseorang semasa kecil hingga dewasa.

Intelligence
King (2014), mengatakan “Intelligence is all-purpose ability to do well, on cognitive tasks, to solve problems, and to learn from experience”. Yang dimaksud King disini, intelligence merupakan kemampuan untuk melakukan kerja kognitif, menyelesaikan masalah dan belajar dari masa lalu, berarti intelligence adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah.


Tunarungu
     Secara bahasa, tunarungu terdiri dari dua kata yaitu tuna yang berarti tidak (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008) dan rungu yang berarti pendengaran (KBBI, 2008). Dari dua arti diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa tunarungu berarti tidak mempunyai pendengaran, atau kurang pendengaran. Orang-orang seperti ini memang banyak ditemui sehari-hari, dan masih banyak dianggap remeh oleh beberapa orang di masyarakat. Sebenarnya, mereka memiliki banyak hal yang sama dengan orang sekitar yang normal, dan tidak sepantasnya orang normal merendahkan mereka.
Definisi lain tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pada organ
pendengarannya sehingga mengakibatkan ketidakmampuan mendengar, mulai dari tingkatan yang ringan sampai yang berat sekali yang diklasifikasikan kedalam tuli (deaf) dan kurang dengar (hard of hearing) (Hallahan & Kauffman (1991:266). Disini sama dengan penuturan diatas, yaitu seorang anak yang mengalami gangguan pendengaran.
    
     Perkembangan Intelligence Pada Orang Tunarungu
     Seperti yang diketahui, orang tunarungu memiliki masalah pada segi pendengaran dan bahasa. Akibat dari gangguan pendengaran meliputi ketidakmampuan menginterpretasikan percakapan, sering menyebabkan penurunan kemampuan berkomunikasi, keterlambatan kemahiran berbahasa, kerugian ekonomi dan pendidikan, isolasi sosial dan kecacatan (Irma, 2010). Berarti anak tunarungu akan memakai waktu yang sangat lama untuk meningkatkan inteligensi mereka, ini dapat memengaruhi cara mereka bersosialisasi dalam keluarga, teman, atau dalam hal-hal lain.
Sedangkan orang yang kurang dengar adalah seseorang yang biasanya dengan menggunakan alat bantu mendengar, sisa pendengarannya cukup memungkinkan keberhasilan proses informasi bahasa melalui pendengarannya.
Pada umumnya anak tunarungu memiliki inteligensi normal atau rata-rata, akan
tetapi karena perkembangan inteligensi sangat dipengaruhi oleh perkembangan bahasa, maka anak tunarungu akan menampakkan inteligensi yang rendah disebabkan oleh kesulitan memahami bahasa (Irma, 2010). Berarti, orang yang pendengarannya tidak berkurang secara signifikan sehingga dapat menggunakan alat bantu dengar, dapat mengikuti pelajaran. Namun, ini masih menimbulkan masalah dalam proses menyimpulkan pelajaran yang diterima.
Kesimpulan
Orang tuna rungu memang memiliki gangguan dalam belajar, seperti bagaimana mereka menginterpretasikan apa yang didapat, proses dalam mempelajari bahasa, berbicara. Tetapi ini tidak berarti mereka tidak dapat bersaing layaknya orang normal. Bahkan banyak tuna rungu yang menuai prestasi gemilang, yang orang normal belum tentu dapat mencapai.





Daftar Pustaka
Darsuno, K. (n.d). Aspek-aspek perkembangan. Jurnal pendidikan luar sekolah, (h.1-2). diunduh dari http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/194412051967101-KOKO_DARKUSNO_A/ASPEK-ASPEK_PERKEMBANGAN.pdf
Hernawati, T. (2007). Pengembangan kemampuan berbahasa dan berbicara anak tunarungu. Jassi anakku, 1(7) (h.101). diunduh dari http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196302081987032-TATI_HERNAWATI/jurnal.pdf
King, L. A., (2014). The science of psychology: An aprriciative view. New York, NY: Mc Graw-Hill Education.
Irmawati, D, (2010). Hubungan gangguan pendengaran siswa dengan prestasi belajar. Universitas Diponegoro, Semarang. skripsi sarjana pada FK UnDip: tidak diterbitkan.  diunduh dari http://eprints.undip.ac.id/23312/1/Dwi_Irma.pdf


Thursday, 6 November 2014

Tugas 16

Kehidupan Umat Muslim di Australia
Latar Belakang
     Di Australia, islam merupakan sebuah force yang berkembang sangat pesat di Australia, dan itu membuat penulis ingin tahu mengapa islam menjadi sebuah force yang besar, bagaimana bisa menjadi seperti itu, dan apakah itu memberikan dampak yang positif atau negative bagi agama lain.

Kebebasan Beragama di Australia
     Australia tidak memiliki agama resmi, sehingga setiap penduduk boleh memilih agamanya masing-masing secara bebas, kebebasan beragama juga dijamin dalam pasal 116 undang-undang dasar Australia yang melarang pemerintah federal untuk memaksakan kehendak seseorang dalam menjalankan suatu agama. Pemerintah Australia juga mendorong sesame pemuka agama untuk saling menghormati satu sama lain dalam menjalankan ibadah keagamaannya. (“Kebebasan beragama”, 2006)

     macam-macam agama di Australia.
     Australia memiliki banyak sekali agama, banyaknya agama ini di dorong oleh kebebasan pemerintah Australia dalam memeluk agama, dan juga kewajiban pemerintah federal Australia untuk menghormati agama lain yang ada di sana, sehingga banyak orang yang memeluk berbagai macam agama seperti Kristen, islam, hindu, Buddha, yahudi, dan ada yang tidak beragama. Dari sini bisa dilihat bagaimana di Australia umat-umat beragama saling menghormati satu sama lain.


     islam di Australia
     umat Islam di Australia memiliki sebuah sejarah yang panjang. Muslim di Australia diperkirakan hadir sebelum pemukiman Eropa, beberapa pengunjung awal muslim adalah orang Indonesia timur, yaitu para pedagang dari Makassar yang tiba di pesisir utara Australia barat, Australia utara dan Queensland. Disusul dengan para imigran muslim dari pesisir Afrika yang datang ke Australia sebagai pelaut dan narapidana pada akhir dasawarsa 1700an, dan jumlah ini terus meningkat dari 2.704 pengikut, dan bertambah dengan pesat pada era perang dunia 2, pengikut umat muslim meningkat menjadi 22.331 pada akhir perang dunia 2. (“Muslim di Australia”, 2006)
     peran umat muslim di Australia.
     Australia merupakan sebuah negara multi-budaya yang berhasil dibangun di atas demokrasi parlementer, negara hukum dan ekonomi pasar, disini umat muslim memegang peran yang penting, sama pentingnya dengan umat lain. Yaiut, memajukan toleransi antar umat beragama, keserasian, dan keamanan yang dikembangkan pada tahun 2005 dan 2006. Komisi hak asasi manusia dan kesetaraan kesempatan juga menyeleggarakan program untuk memajukan kohesi sosial dan menangkis pandangan diskriminatif dan intoleransi terhadap muslim Australia. (Keterlibatan masyarakat muslim Australia, 2006)
     kerjasama umat muslim dengan pemerintah Australia
     konsultasi dengan umat muslim Australia merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk menumbuhkan pemahaman budaya dan memerangi intoleransi. Banyak lembaga masyarakat menyelenggarakan kegiatan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman islam di masyarakat seperti Kemitraan Organisasi Keagaman Australia (APRO), pusat dialog di universitas LaTrobe, Melbourne, dan dialog nasional Australia antara umat kristen, islam, dan yahudi.
(“Keterlibatan masyarakat muslim Australia”, 2006)
Kesimpulan
    Islam merupakan sebuah agama yang sedang berkembang pesat di Australia, dimanapun sebuah negara sedang berkembang, hendaknya kita menghormati agama itu dan tidak melecehkan.






Referensi
(ND). Keterlibatan masyarakat muslim di Australia. diunduh dari http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/keterlibatan_masyarakat_muslim_australia.html


Alam Mufti Jendria-705140079-Kelas B